Bagaimana dengan ciuman? Mungkin hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah bagi pasangan yang tidak mempedulikan batasannya sebagai seorang yang belum memiliki status yang sah. Untuk itu, berikut akan kami jelaskan beberapa penyakit berbahaya akibat ciuman yang umumnya muncul pada pria ataupun wanita.
- Radang selaput otak (meningitis) menjadi penyakit berbahaya akibat ciuman yang benar-benar mengancam nyawa. Meski tidak terlalu parah dari meningitis penyebab bakteri, tetapi kondisi meningitis akibat air liur ketika berciuman juga dapat berbahaya. Ini bisa disebabkan karena sekresi pernapasan.
- Luka dingin. Ada kesempatan yang sangat tinggi sebagai pemicu luka dingin karena ciuman. Luka dingin ini umumnya menyerang bagian bibir atas atau sekitar itu. Dingin luka disebabkan oleh virus Herpes Simplex.
- Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri “strep”. Bakteri ini masuk melalui udara dan melalui ciuman atau bahkan ketika salah seorang dari pasangan bersin.
Mononukleosis,
penyakit yang dikenal sebagai “penyakit berciuman”. Disebabkan karena
virus Epstein-Barr atau EBV. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang
muncul dengan gejala sakit tenggorokan, radang kelenjar getah bening di
leher yang disertai demam.- Periodontitis adalah radang atau infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan penyangga gigi. Penyakit ini juga dapat ditransfer dengan berbagi sikat gigi atau bahkan berbagi makanan.
- Gondok. Penyakit tersebut berbahaya karena mempengaruhi kelenjar ludah dan menyebabkan kulit leher membengkak. Hal ini umumnya disebabkan karena tetesan air dari hidung atau tenggorokan.
- Influenza yang umumnya ditularkan melalui udara. Hal ini dapat dengan mudah ditularkan dari orang ke orang dengan pertukaran air liur atau bahkan bersin.
Mikroba lain yang menyebar melalui air liur melakukannya dengan tetap berpegang pada permukaan bagian dalam dari pipi dan mulut, lidah, atau gigi. Contohnya adalah bakteri Streptococcus, yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, termasuk penyakit gusi dan radang tenggorokan.
Suatu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa permukaan saluran pernapasan (hidung, mulut, dan tenggorokan) kontinu dan terdiri dari jaringan yang sama. Akibatnya, mikroba yang ditemukan dalam air liur umumnya dapat ditemukan di bagian lain dari saluran pernapasan, termasuk hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, pilek dan flu (dan infeksi pernapasan lainnya) dapat berpotensi menyebar melalui air liur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar